BAB 2
PEMBAHASAN
A. KETERAMPILAN PROSES IPA
Keterampilan
proses dapat di artikan sebagai proses untuk mendapatkan IPA melalui metode
ilmiah dan di kembangkan secara bertahap dan berkesinambungan. IPA sebagai
proses ini menyangkut tentang proses atau cara kerja untuk memperoleh hasil
(produk).
Pendekatan
keterampilan proses juga dapat di sebut sebagai wawasan atau anutan
pengembangan keterampilan – keterampilan intelektual, sosial dan fisik yang
bersumber dari kemampuan – kemampuan mendasar yang prinsipnya telah ada dalam
diri siswa.
Keterampilan
proses IPA terbagi menjadi 2 yakni;
1.
Keterampilan Proses Dasar (Basic Skill), terdiri atas
:
a.
Mengamati
Mengamati adalah kegiatan yang
meliputi kemampuan untuk dapat membedakan, menghitung, dan mengukur (mengukur
suhu, panjang, luas, berat, dan waktu).
b.
Menggolongkan / Mengklasifikasi
Keterampilan ini menggolong –
golongkan atas dasar aspek – aspek tertentu, mengurutkan atas dasar aspek
tertentu, serta kombinasi antara menggolongkan dengan mengurutkan.
c.
Mengukur
Mengukur dalam artian membuat
pengukuran adalah membuat observasi kuantitatif dengan jalan membandingkan
suatu standar konvensional atau non konvensional. Contohnya mempergunakan
thermometer untuk menentukan suhu akhir dalam derajat celcius air lelehan
bongkahan es.
d.
Mengkomunikasikan
Kemampuan keterampilan
mengkomunikasikan yaitu kemampuan siswa untuk mengkomunikasikan pengetahuannya,
hasil pengamatannya, maupun hasil penelitiannya kepada orang lain baik secara
lisan maupun tertulis.
e.
Menginterpretasi data
Selain data, keterampilan
menginterpretasi juga berlaku pada grafik, meupun mencari pola hubungan yang
terdapat dalam pengolahan data.
f.
Memprediksi
Membuat ramalan atas dasar
kecenderungan yang terdapat dalam pengolahan data.
g.
Menggunakan Alat
Ketika kita ingin melakukan suatu
penelitian atau eksperimen, maka kita harus bisa menggunakan alat yang ada di
laboratorium. Dengan begitu kita dapat dengan mudah melakukan suatu penelitian
atau eksperimen tanpa ada hambatan dalam penggunaan alat tersebut.
h.
Melakukan Percobaan / Penelitian
Melakukan sebuah eksperimen yang
meliputi penetapan masalah, membuat hipotesis,dan menguji hipotesis tersebut.
i.
Menyimpulkan / Inferensi
Kemampuan untuk menarik kesimpulan
yang di dapat dari data yang telah kita olah.
Keterampilan proses dasar merupakan
fondasi untuk melatih keterampilan terpadu yang lebih kompleks.
2.
Keterampilan Proses Terintegrasi (Integrated Skill),
terdiri atas :
a.
Merumuskan masalah
b.
Mengidentifikasi variabel
c.
Mendeskripsikan hubungan antar variabel
d.
Mengendalikan variabel
e.
Mendefinisikan variabel secara oprasional
f.
Memperoleh dan menyajikan data
g.
Menganalisis data
h.
Merumuskan hipotesis
i.
Merancang penelitian
j.
Melakukan penyelidikan / percobaan
B. KOMPONEN / JENIS KETERAMPILAN PROSES IPA
1)
Keterampilan Mengobservasi (Mengamati)
Keterampilan mengobservasi adalah
keterampilan yang dikembangkan dengan menggunakan semua indera yang kita miliki
untuk mengidentifikasi dan memberikan nama sifat – sifat dari objek – objek
atau kejadian – kejadian.
Dengan keterampilan mengamati siswa
di harapkan siswa dapat menggunakan pikiran dan pancainderanya dengan benar dan
aman untuk memperoleh data sesuai dengan tujuan pengamatannya.
Keterampilan mengamati dapat
dikembangkan secara bertahap pada diri siswa sesuai dengan tingkat kemampuan
berpikirnya. Keterampilan mengamati meliputi :
a.
Keterampilan Membedakan
b.
Keterampilan Mengukur Panjang
c.
Keterampilan Mengukur Isi
d.
Keterampilan Mengukur Berat (Massa)
e.
Keterampilan Mengukur Waktu
2)
Keterampilan Mengklasifikasi
Keterampilan ini meliputi kegiatan
menyusun atau mendistribusikan objek, kejadian atau informasi dalam golongan –
golongan tertentu yang sesuai.
Keterampilan mengklasifikasi
meliputi : Keterampilan Menggolongkan / Mengelompokkan
3)
Keterampilan Menginterpretasi
Keterampilan menginterpretasi
adalah keterampilan untuk dapat menafsirkan data.
4)
Keterampilan Memprediksi
Merupakan keterampilan untuk dapat
memperkirakan atau meramalkan apa yang terjadi berdasarkan kecenderungan atau
pola hubungan yang terdapat pada data yang telah diperoleh.
5)
Keterampilan Membuat Hipotesis
Hipotesis adalah suatu pernyataan
berupa dugaan tentang kenyataan – kenyataan yang terdapat di alam, melalui
proses pemikiran.
Hipotesis berbeda dengan prediksi
(ramalan), yakni :
a.
Hipotesis mengandalkan pemikiran yang logis untuk
merumuskan dugaan / pernyataan, sedangkan prediksi mengandalkan hasil
pengamatan ;
b.
Hipotesis menggunakan pola berpikir deduktif,
sedangkan presiksi menggunakan pola berpikir induktif.
6)
Keterampilan Mengendalikan Variabel
Variabel adalah faktor faktor yang
berpengaruh, alasannya karena faktor mempunyai nilai yang bervariasi maka di
sebut variabel.
Faktor yang menjadi penyebab
tejadinya perubahan terhadap faktor yang lain di sebut faktor peubah atau
variabel bebas, sedangkan faktor faktor yang dipengaruhi atau yang diubah disebut
faktor yang diubah atau variabel terikat.
7)
Keterampilan Merencanakan dan Melaksanakan Penelitian
Eksperimen
Pada keterampilan ini penelitian
dapat di pecah menjadi beberapa tahap dan di kembangkan kepada diri anaksatu
per satu, yakni :
a.
Menetapkan Masalah Penelitian
b.
Menetapkan Hipotesis Penelitian
c.
Menetapkan Bahan dan Alat yang Digunakan
d.
Menetapkan Langkah – langkah Percobaan serta Waktu
yang Dibutuhkan
e.
Menetapkan Format Tabulasi Data
8)
Keterampilan Menyimpulan (Inferensi)
Yang dimaksud dengan inferensi di
sini adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan dari data yang telah terkumpul.
Perbedaannya dengan hipotesis terletak pada tumpuan penarikan kesimpulan. Pada
inferensi kesimpulan di ambil dari data hasil observasi, jadi menggunakan
logika induktif, sedangkan hipotesis lebih bertumpuan pada hasil pemikiran
deduktif. Oleh karena itu mungkin saja untuk masalah yang sama kesimpulan hasil
inferensi tidak sama dengan hipotesisnya.
9)
Keterampilan Mengaplikasi (Menerapkan)
Aplikasi adalah suatu bentuk
penerapan dari suatu ide atau konsep. Jadi, keterampilan aplikasi adalah
keterampilan menerapkan atau mempergunakan konsep – konsep ataupun pengetahuan
yang telah dimiliki siswa ke dalam situasi baru. Situasi baru dalam hal ini
misalnya situasi yang terdapat di dalam kehidupan sehari – hari, di luar
sekolah bahkan mungkin untuk perikehidupan di masa mendatang.
Kemampuan aplikasi dapat di
kembangkan di dalam kelas melalui diskusi kelompok, Tanya – jawab dengan guru
ataupun pengarahan – pengarahan dari guru untuk memancing gagasan siswa agar
berani mengungkapkan gagasannya dalam menerapkan pengetahuan yang telah mereka
miliki. Aplikasi dapat berupa ide –ide, gagasan – gagasan, rencana, proyek atau
karya nyata.
10) Keterampilan
Mengkomunikasikan
Keterampilan ini merupakan keterampilan
untuk menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaan kepada orang
lain, baik secara lisan maupun tulisan.
Keterampilan komunikasi lisan pada
anak dapat di kembangkan sejak dini pada diri anak dengan cara memberi
kesempatan kepada mereka untuk bekerja kelompok, diskusi kelompok dan
menyampaikan hasil diskusinya kepada kelas. Teman sebaya (teman sekelas)
merupakan mitra yang sangat efektif untuk mengembangkan keterampilan komunikasi
verbal, karena selama proses berlangsung boleh di katakan tidak ada hambatan
psikologis.
Keterampilan komunikasi tertulis
dapat berbentuk tulisan, grafik maupun gambar – gambar. Dalam pengembangan
keterampilan ini memerlukan bantuan dan fasilitas dari pihak sekolah dan guru.
Mereka membutuhkan ruang pameran, dinding untuk menempelkan karyanya, alat –
alat seperti kertas, tinta warna, cat dan sebagainya yang mungkin tidak dapat
di tanggulangi oleh anak – anak.
Di sini karya tulisnya tidak harus
dalam bentuk karya tulis ilmiah tetapi dapat berbentuk essai bebas bahkan dalam
bentuk puisi. Tugas guru dalam hal ini adalah memberikan motivasi, pengarahan,
mengorganisasikan serta memberikan kemudahan agar semua bentuk keterampilan
proses dapat berkembang pada diri siswa sesuai dengan tingkat kedewasaannya.
C. Langkah – langkah Pendekatan Proses IPA
1. Siswa menghadapi masalah,
artinya dia menyadari adannya suatu masalah tertentu,
2. Siswa merumuskan masalah,
artinnya menjabarkan masalah dengan jelas dan spesifik/rinci,
3. Siswa merumuskan hipotesis,
artinya merumuskan kemungkinan – kemungkinan jawaban atas masalah tesebut, yang
masih diuji kebenarannya,
4. Siswa mengumpulkan dan mengolah
data/informasi dengan teknik dan prosedur tertentu,
5. Siswa menguji hipotesis
berdasarkan data/informasi yang telah dikumpulkan dan diolah.
6. Menarik kesimpulan berdasarkan
pengujian hipotesis, dan jika ujinya salah maka dia kembali ke langkah 3 dan 4
dan seterusnya,
7. Siswa menerapkan hasil
pemecahan masalah pada situasi baru.
D. Kelebihan dan Kekurangan dalam Keterampilan Proses IPA
a.
Kelebihan
1. Membuat siswa kreatif
2. Menumbuhkan sikap ilmiah pada
siswa
3. Memudahkan siswa untuk
menemukan fakta dari konsep yang ada
4. Memberikan pengalaman baru
dalam hal kegiatan belajar mengajar
5. Memberikan susana yang menarik
dan menyenangkan
6. Merangsang siswa untuk berfikir
kritis
b.
Kekurangan
1.
Untuk Percobaan tertentu memerlukan waktu yang lama
2.
Alat dan Bahan Sukar didapat
3.
Pada umumnya siswa ribut ketika menemukan sesuatu yang baru mereka lihat,
jadi diperlukan kesabaran ekstra untuk dapat mengkondisikan siswa.
Berbagi ilmu, semoga ilmu yg dbaginya menjadi investasi Akhiran
ReplyDelete