A.
Hakikat dan Konsep Perspektif Global
Sebelum kita mempelajari lebih dalam
mengenai hakikat dan konsep perspektif global, kita terlebih dahulu harus
mengetauhi tentang global, globalisasi, pendidikan global dan perspektif global
terlebih dahulu.
a.
Global artinya sesuatu hal yang berkaitan dengan dunia,
internasional, atau seluruh jagat raya (concerning the whole earth).
Dari
pernyataan tersebut yang di maksudkan di sini ialah dapat berupa masalah,
kejadian, kegiatan atau bahkan sikap. Berikut penjelasanya :
1)
Masalah
Misalkan
kebakaran hutan yang menimbulkan asap dan ini berdampak global di mana negara lain
di Asia Tenggara bahkan seluruh Asia mengalami sesak nafas.
2)
Kejadian
Yang berkaitan dengan kejadian dalam masyarakat
dengan adanya ”penculikan: terhadap para aktivis di Indonesia dapat
mempengaruhi opini dunia terhadap bangsa kita. Seluruh bangsa dunia
mempertanyakan hal tersebut.
3)
Kegiatan
India
dan Pakistan berlomba-lomba mengadakan percobaan nuklir, ini akan merangsang
negara lain untuk bertindak, misalnya mengutuk perbuatan tersebut, atau bahkan
mengimbangi dengan membuat nuklir pula.
Program
nuklir Iran untuk perdamaian membangkitkan sikap positif dan negatif dari
berbagai negara di dunia. Negara-negara Islam bersifat mendukung program
tersebut, sementara Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa bersikap
negatif terhadapnya.
Hal
yang dapat mempengaruhi dunia ini bukan saja yang berkaitan dengan kehidupan
politik dan kenegaraan, akan tetapi juga yang bersifat gangguan lingkungan,
seperti penebangan hutan secara liar, polusi udara karena industri dan
sebagainya.
4)
Sikap
Presiden
AS ke-44, Barrack Husein Obama, yang menyatakan sikap “menghormati umat muslim”
di dunia, mendapatkan sambutan hangat bukan hanya dari negara-negara Islam,
bahkan seluruh dunia sehingga ia mendapatkan nobel perdamaian.
Ke empatnya merupakan hal-hal yang dapat mempengaruhi dunia bukan hanya
berkaitan dengan politik saja tetapi juga berkaitan dengan lingkungan,
pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan segala aspek kehidupan.
b.
Globalisasi adalah suatu proses di mana kejadian,
keputusan dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi,
yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh. Globalisasi mengandung unsur proses, proses
atau kegiatan yang berpengaruh terhadap seluruh dunia, dan melibatkan orang
yang heterogen, tetapi memiliki kebutuhan yang sama.
ciri-ciri
yang berkaitan dengan globalisasi ini seperti berikut:
1)
Globalisasi
perlu didukung oleh kecepatan informasi, kecanggihan teknologi, transportasi
dan komunikasi yang diperkuat oleh tatanan organisasi dan manajemen yang
tangguh.
2)
Globalisasi
telah melampaui batas tradisional geopolitik. Batas tersebut saat ini harus
tunduk pada kekuatan teknologi, ekonomi, sosial politik dan sekaligus
mempertemukan tatanan yang sebelumnya sulit dipertemukan.
3)
Adanya saling
ketergantungan antarnegara.
4)
Pendidikan
merupakan bagian dari globalisasi. Penyebaran dalam hal gagasan, pembaruan dan
inovasi dalam struktur, isi dan metode pendidikan dan pengajaran sudah lama
terjadi yang menunjukkan globalisasi. Ini telah lama terjadi melalui literatur,
atau kontak antar pakar dan mahasiswa.
Globalisasi
adalah proses penduniaan, artinya segala aktivitas diperhitungkan untuk kepentingan
dunia. Ini disebabkan oleh saat ini tidak ada lagi suatu bangsa yang homogen
dan statis. Setiap bangsa berkembang berkat interaksi dengan bangsa lainnya.
Kita harus terbuka dengan dunia luar, tetapi kita harus tetap kokoh dengan akar
budaya bangsa kita.
Meskipun
globalisasi di artika proses penduniaan, namun bukan berarti tidak memiliki
dampak positif maupun negatif. Dampak positifnya yakni akan menyebabkan
munculnya masyarakat megakompetisi,
di mana setiap orang berlomba untuk berbuat yang terbaik untuk mencapai yang
terbaik pula. Dalam era globalisasi adalah era mengejar keunggulan dan
kualitas, hal itu pula yang menyebabkan masyarakat menjadi dinamis, aktif dan
kreatif.
Namun
dampak negatifnya adalah terancamnya budaya bangsa, dikarenakan globalisasi
akan melahirkan budaya global dan akan menjadi ancaman bagi busaya lokal maupun
budaya bangsa. Penyebab dari itu semua adalah karena rendahnya tingkat
pendidikan yang membuat masyarakat terseret oleh arus globalisasi dengan
menghilangkan identitas diri atau bangsa.
Dari
dampak positif maupun negatif yang di timbulkan oleh globalisasi, kita harus
meningkatkan kualitas bangsa kita, dengan begitu kita dapat melakukan berbagai
perubahan dan inovasi. Pendidikan juga harus dengan cepat mengantisipasi
gelombang globalisasi ini dengan menggunakan pendidikan global sebagai upaya
agar siswa dapat bersaing ataupun ikut berperan serta secara lokal, nasional
maupun internasional.
c.
Pendidikan global adalah suatu
pendidikan yang berusaha untuk meningkatkan kesadaran siswa, bahwa mereka hidup
dan berada pada satu area global yang
saling berkaitan.
Pendidikan
global merupakan upaya sistematis untuk membentuk wawasan dan perspektif para
siswa.
Pendidikan
global memiliki 3 tujuan, yakni :
1)
Dapat memberikan
pengalaman yang mengurangi rasa kedaerahaan dan kesukuan dengan mengajarkan
bahan dan menggunakan metode yang meberikan relativisme
budaya.
2)
Dapat memberikan
pengalaman yang mempersiapkan siswa untuk mendekatkan diri dengan keragaman
global, kegunaan dan tujuannya ialah untuk mendiskusikan tentang reativisme
budaya dan keutamaan etika.
3)
Dapat memberikan
pengalaman tentang mengajar siswa untuk berpikir tentang mereka sendiri sebagai
individu, sebagai suatu negara, dan sebagai anggota masyarakat manusia secara
keseluruhan ( global citizen).
d.
Perspektif global adalah suatu
cara pandang dan cara berfikir terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan
dari sudut kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau
internasional.
B.
Dimensi, Tujuan dan Manfaat Perspektif Global
a.
Dimensi
Perspektif Global
Perspektif
global bertolak dari masalah hidup sehari-hari, misalnya masalah pendidikan,
kesejahteraan, kesehatan, pengangguran, kemiskinan, dan sebagainya. Semua
permasalahan ini berdampak pada permasalahan global.
Dalam kaitannya dengan budaya dalam era globalisasi,
terdapat 4 dimensi di dalamnya, yakni :
1.
Afirmasi atau penegasan dari dimensi budaya dalam proses
pembangunan bangsa dan masyarakat.
Pembangunan
akan terasa hampa jika tidak diilhami oleh kebudayaan bangsanya. Nilai budaya
suatu bangsa menjadi landasan bagi pembangunan suatu Negara, serta merupakan
alat seleksi bagi pengaruh luar yang sudah tidak terkendali.
2.
Ereafirmasi dan mengembangkan identitas budaya dan setiap
kelompok manusia berhak diakui identitas budayanya.
3.
Partisipasi, bahwa dalam
pengembangan suatu bangsa dan Negara partisipasi dari masyarakat sangat
diperlukan.
4.
Memajukan
kerjasama antarbudaya. Hal ini
dimaksudkan agar ada saling mengisi, mengilhami sehingga adanya kemajuan dan
peningkatan antar budaya bangsa.
b.
Tujuan
Perspektif Global
Tujuan
diberikannya perspektif global, yakni :
1.
Mendorong
mahasiswa untuk mempelajari lebih banyak tentang materi dan masalah yang
berkaitan dengan masalah global.
2.
Mendorong para
guru untuk mempelajari masalah yang berkaitan dengan masalah lintas budaya.
3.
Pengembangkan dan
memahami makna perspektif global baik dalam kehidupan sehari-hari maupun
pengembangan profesinya.
Berdasarkan
tujuan tersebut maka, peran guru adalah :
1.
Memberikan bekal
pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya pengetahuan global dalam memahami
maslah-masalah tertentu.
2.
Meningkatkan
kesadaran dan wawasan anak didik sebagai landasan dalam melakukan tindakan yang
berdampak global.
3.
Memberikan
contoh dan teladan dalam aktivitas sehari-hari, yang mempunyai pengaruh
terhadap masalah global.
c.
Manfaat
Perspektif Global
Manfaat
dan kegunaan mempelajari perspektif global adalah :
1.
Meningkatkan
wawasan dan kesadaran para guru dan siswa bahwa kita bukan hanya penghuni satu
daerah tetapi mempunyai ketergantungan dengan orang lain di belahan bumi yang
lain. Oleh karena itu sikap kita harus mencerminkan “ sikap
ketergantungan” tersebut.
2.
Menambah dan
memperluas pengetahuan kita tentang dunia, sehingga dapat megikuti perkembangan
dunia dalam berbagai aspek terutama perkembangan iptek.
3.
Mengkondisikan
para mahasiswa untuk berpikir integral bukan general, sehingga suatu gejala
atau masalah dapat ditanggulangi dari berbagai aspek.
4.
Melatih kepekaan
dan kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan dunia dengan segala aspeknya.
C.
Masalah Dalam Pendidikan Global
Pada pelaksanaan pembelajaran di
sekolah, guru mengalami beberapa permasalahan dalam mengajarkan perspektif
global, diantaranya:
1.
Menurut
kurikulum KTSP, dalam pelajaran IPS materinya belum membahas masalah dunia,
tetapi terbatas sampai tingkat propinsi dan sedikit tingkat Negara. Hal ini
akan menyulitkan guru untuk membicarakan dunia dengan siswa. Untuk
mengatasinya, guru dapat memulai hal-hal yang ada dilingkungan sekitar misalnya
masalah lingkungan, penduduk, kesehatan, AIDS, dan sebagainya.
2.
Masalah global
adalah masalah integral yaitu suatu permasalahan yang dapat dilihat dari
berbagai bidang ilmu. Sementara pada materi pelajaran IPS di SD masih
menitikberatkan pada materi bidang studi yaitu sejarah dan geografi.
3.
Mata kuliah
perspektif global tergolong baru, para guru belum memiliki pengalaman cukup
untuk mengajar materi persepktif global di SD.
4.
Buku sumber untuk
pelajaran perspektif global di SD masih sangat kurang sehingga diperlukan
kreatifitas yang tinggi dari guru (tidak terpaku pada buku paket atau LKS).
No comments:
Post a Comment