Thursday, July 20, 2017

Keterampilan Proses IPA di SD

BAB 2
PEMBAHASAN

A.    KETERAMPILAN PROSES IPA
Keterampilan proses dapat di artikan sebagai proses untuk mendapatkan IPA melalui metode ilmiah dan di kembangkan secara bertahap dan berkesinambungan. IPA sebagai proses ini menyangkut tentang proses atau cara kerja untuk memperoleh hasil (produk).
Pendekatan keterampilan proses juga dapat di sebut sebagai wawasan atau anutan pengembangan keterampilan – keterampilan intelektual, sosial dan fisik yang bersumber dari kemampuan – kemampuan mendasar yang prinsipnya telah ada dalam diri siswa.
Keterampilan proses IPA terbagi menjadi 2 yakni;
1.      Keterampilan Proses Dasar (Basic Skill), terdiri atas :
a.       Mengamati
Mengamati adalah kegiatan yang meliputi kemampuan untuk dapat membedakan, menghitung, dan mengukur (mengukur suhu, panjang, luas, berat, dan waktu).

b.      Menggolongkan / Mengklasifikasi
Keterampilan ini menggolong – golongkan atas dasar aspek – aspek tertentu, mengurutkan atas dasar aspek tertentu, serta kombinasi antara menggolongkan dengan mengurutkan.

c.       Mengukur
Mengukur dalam artian membuat pengukuran adalah membuat observasi kuantitatif dengan jalan membandingkan suatu standar konvensional atau non konvensional. Contohnya mempergunakan thermometer untuk menentukan suhu akhir dalam derajat celcius air lelehan bongkahan es.

d.      Mengkomunikasikan
Kemampuan keterampilan mengkomunikasikan yaitu kemampuan siswa untuk mengkomunikasikan pengetahuannya, hasil pengamatannya, maupun hasil penelitiannya kepada orang lain baik secara lisan maupun tertulis.

e.       Menginterpretasi data
Selain data, keterampilan menginterpretasi juga berlaku pada grafik, meupun mencari pola hubungan yang terdapat dalam pengolahan data.

f.       Memprediksi
Membuat ramalan atas dasar kecenderungan yang terdapat dalam pengolahan data.

g.      Menggunakan Alat
Ketika kita ingin melakukan suatu penelitian atau eksperimen, maka kita harus bisa menggunakan alat yang ada di laboratorium. Dengan begitu kita dapat dengan mudah melakukan suatu penelitian atau eksperimen tanpa ada hambatan dalam penggunaan alat tersebut.

h.      Melakukan Percobaan / Penelitian
Melakukan sebuah eksperimen yang meliputi penetapan masalah, membuat hipotesis,dan menguji hipotesis tersebut.

i.        Menyimpulkan / Inferensi
Kemampuan untuk menarik kesimpulan yang di dapat dari data yang telah kita olah.

Keterampilan proses dasar merupakan fondasi untuk melatih keterampilan terpadu yang lebih kompleks.

2.      Keterampilan Proses Terintegrasi (Integrated Skill), terdiri atas :
a.       Merumuskan masalah
b.      Mengidentifikasi variabel
c.       Mendeskripsikan hubungan antar variabel
d.      Mengendalikan variabel
e.       Mendefinisikan variabel secara oprasional
f.       Memperoleh dan menyajikan data
g.      Menganalisis data
h.      Merumuskan hipotesis
i.        Merancang penelitian
j.        Melakukan penyelidikan / percobaan


B.     KOMPONEN / JENIS KETERAMPILAN PROSES IPA
1)      Keterampilan Mengobservasi (Mengamati)
Keterampilan mengobservasi adalah keterampilan yang dikembangkan dengan menggunakan semua indera yang kita miliki untuk mengidentifikasi dan memberikan nama sifat – sifat dari objek – objek atau kejadian – kejadian.
Dengan keterampilan mengamati siswa di harapkan siswa dapat menggunakan pikiran dan pancainderanya dengan benar dan aman untuk memperoleh data sesuai dengan tujuan pengamatannya.
Keterampilan mengamati dapat dikembangkan secara bertahap pada diri siswa sesuai dengan tingkat kemampuan berpikirnya. Keterampilan mengamati meliputi :
a.       Keterampilan Membedakan
b.      Keterampilan Mengukur Panjang
c.       Keterampilan Mengukur Isi
d.      Keterampilan Mengukur Berat (Massa)
e.       Keterampilan Mengukur Waktu

2)      Keterampilan Mengklasifikasi
Keterampilan ini meliputi kegiatan menyusun atau mendistribusikan objek, kejadian atau informasi dalam golongan – golongan tertentu yang sesuai.
Keterampilan mengklasifikasi meliputi : Keterampilan Menggolongkan / Mengelompokkan

3)      Keterampilan Menginterpretasi
Keterampilan menginterpretasi adalah keterampilan untuk dapat menafsirkan data.

4)      Keterampilan Memprediksi
Merupakan keterampilan untuk dapat memperkirakan atau meramalkan apa yang terjadi berdasarkan kecenderungan atau pola hubungan yang terdapat pada data yang telah diperoleh.

5)      Keterampilan Membuat Hipotesis
Hipotesis adalah suatu pernyataan berupa dugaan tentang kenyataan – kenyataan yang terdapat di alam, melalui proses pemikiran.
Hipotesis berbeda dengan prediksi (ramalan), yakni :
a.       Hipotesis mengandalkan pemikiran yang logis untuk merumuskan dugaan / pernyataan, sedangkan prediksi mengandalkan hasil pengamatan ;
b.      Hipotesis menggunakan pola berpikir deduktif, sedangkan presiksi menggunakan pola berpikir induktif.

6)      Keterampilan Mengendalikan Variabel
Variabel adalah faktor faktor yang berpengaruh, alasannya karena faktor mempunyai nilai yang bervariasi maka di sebut variabel.
Faktor yang menjadi penyebab tejadinya perubahan terhadap faktor yang lain di sebut faktor peubah atau variabel bebas, sedangkan faktor faktor yang dipengaruhi atau yang diubah disebut faktor yang diubah atau variabel terikat.

7)      Keterampilan Merencanakan dan Melaksanakan Penelitian Eksperimen
Pada keterampilan ini penelitian dapat di pecah menjadi beberapa tahap dan di kembangkan kepada diri anaksatu per satu, yakni :
a.       Menetapkan Masalah Penelitian
b.      Menetapkan Hipotesis Penelitian
c.       Menetapkan Bahan dan Alat yang Digunakan
d.      Menetapkan Langkah – langkah Percobaan serta Waktu yang Dibutuhkan
e.       Menetapkan Format Tabulasi Data

8)      Keterampilan Menyimpulan (Inferensi)
Yang dimaksud dengan inferensi di sini adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan dari data yang telah terkumpul. Perbedaannya dengan hipotesis terletak pada tumpuan penarikan kesimpulan. Pada inferensi kesimpulan di ambil dari data hasil observasi, jadi menggunakan logika induktif, sedangkan hipotesis lebih bertumpuan pada hasil pemikiran deduktif. Oleh karena itu mungkin saja untuk masalah yang sama kesimpulan hasil inferensi tidak sama dengan hipotesisnya.

9)      Keterampilan Mengaplikasi (Menerapkan)
Aplikasi adalah suatu bentuk penerapan dari suatu ide atau konsep. Jadi, keterampilan aplikasi adalah keterampilan menerapkan atau mempergunakan konsep – konsep ataupun pengetahuan yang telah dimiliki siswa ke dalam situasi baru. Situasi baru dalam hal ini misalnya situasi yang terdapat di dalam kehidupan sehari – hari, di luar sekolah bahkan mungkin untuk perikehidupan di masa mendatang.
Kemampuan aplikasi dapat di kembangkan di dalam kelas melalui diskusi kelompok, Tanya – jawab dengan guru ataupun pengarahan – pengarahan dari guru untuk memancing gagasan siswa agar berani mengungkapkan gagasannya dalam menerapkan pengetahuan yang telah mereka miliki. Aplikasi dapat berupa ide –ide, gagasan – gagasan, rencana, proyek atau karya nyata.

10)  Keterampilan Mengkomunikasikan
Keterampilan ini merupakan keterampilan untuk menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaan kepada orang lain, baik secara lisan maupun tulisan.
Keterampilan komunikasi lisan pada anak dapat di kembangkan sejak dini pada diri anak dengan cara memberi kesempatan kepada mereka untuk bekerja kelompok, diskusi kelompok dan menyampaikan hasil diskusinya kepada kelas. Teman sebaya (teman sekelas) merupakan mitra yang sangat efektif untuk mengembangkan keterampilan komunikasi verbal, karena selama proses berlangsung boleh di katakan tidak ada hambatan psikologis.
Keterampilan komunikasi tertulis dapat berbentuk tulisan, grafik maupun gambar – gambar. Dalam pengembangan keterampilan ini memerlukan bantuan dan fasilitas dari pihak sekolah dan guru. Mereka membutuhkan ruang pameran, dinding untuk menempelkan karyanya, alat – alat seperti kertas, tinta warna, cat dan sebagainya yang mungkin tidak dapat di tanggulangi oleh anak – anak.
Di sini karya tulisnya tidak harus dalam bentuk karya tulis ilmiah tetapi dapat berbentuk essai bebas bahkan dalam bentuk puisi. Tugas guru dalam hal ini adalah memberikan motivasi, pengarahan, mengorganisasikan serta memberikan kemudahan agar semua bentuk keterampilan proses dapat berkembang pada diri siswa sesuai dengan tingkat kedewasaannya.

C.    Langkah – langkah Pendekatan Proses IPA
1.    Siswa menghadapi masalah, artinya dia menyadari adannya suatu masalah tertentu,
2.    Siswa merumuskan masalah, artinnya menjabarkan masalah dengan jelas dan spesifik/rinci,
3.    Siswa merumuskan hipotesis, artinya merumuskan kemungkinan – kemungkinan jawaban atas masalah tesebut, yang masih diuji kebenarannya,
4.    Siswa mengumpulkan dan mengolah data/informasi dengan teknik dan prosedur tertentu,
5.    Siswa menguji hipotesis berdasarkan data/informasi yang telah dikumpulkan dan diolah.
6.    Menarik kesimpulan berdasarkan pengujian hipotesis, dan jika ujinya salah maka dia kembali ke langkah 3 dan 4 dan seterusnya,
7.    Siswa menerapkan hasil pemecahan masalah pada situasi baru.

D.    Kelebihan dan Kekurangan dalam Keterampilan Proses IPA
a.       Kelebihan
1.      Membuat siswa kreatif
2.      Menumbuhkan sikap ilmiah pada siswa
3.      Memudahkan siswa untuk menemukan fakta dari konsep yang ada
4.      Memberikan pengalaman baru dalam hal kegiatan belajar mengajar
5.      Memberikan susana yang menarik dan menyenangkan
6.      Merangsang siswa untuk berfikir kritis

b.      Kekurangan
1.      Untuk Percobaan tertentu memerlukan waktu yang lama
2.      Alat dan Bahan Sukar didapat
3.      Pada umumnya siswa ribut ketika menemukan sesuatu yang baru mereka lihat, jadi diperlukan kesabaran ekstra untuk dapat mengkondisikan siswa.



Hakekat dan konsep perspektif global

A.    Hakikat dan Konsep Perspektif Global
Sebelum kita mempelajari lebih dalam mengenai hakikat dan konsep perspektif global, kita terlebih dahulu harus mengetauhi tentang global, globalisasi, pendidikan global dan perspektif global terlebih dahulu.
a.      Global artinya sesuatu hal yang berkaitan dengan dunia, internasional, atau seluruh jagat raya (concerning the whole earth).
Dari pernyataan tersebut yang di maksudkan di sini ialah dapat berupa masalah, kejadian, kegiatan atau bahkan sikap. Berikut penjelasanya :
1)      Masalah
Misalkan kebakaran hutan yang menimbulkan asap dan ini berdampak global di mana negara lain di Asia Tenggara bahkan seluruh Asia mengalami sesak nafas.

2)      Kejadian
Yang berkaitan dengan kejadian dalam masyarakat dengan adanya ”penculikan: terhadap para aktivis di Indonesia dapat mempengaruhi opini dunia terhadap bangsa kita. Seluruh bangsa dunia mempertanyakan hal tersebut.

3)      Kegiatan
India dan Pakistan berlomba-lomba mengadakan percobaan nuklir, ini akan merangsang negara lain untuk bertindak, misalnya mengutuk perbuatan tersebut, atau bahkan mengimbangi dengan membuat nuklir pula.
Program nuklir Iran untuk perdamaian membangkitkan sikap positif dan negatif dari berbagai negara di dunia. Negara-negara Islam bersifat mendukung program tersebut, sementara Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa bersikap negatif terhadapnya.
Hal yang dapat mempengaruhi dunia ini bukan saja yang berkaitan dengan kehidupan politik dan kenegaraan, akan tetapi juga yang bersifat gangguan lingkungan, seperti penebangan hutan secara liar, polusi udara karena industri dan sebagainya.

4)      Sikap
Presiden AS ke-44, Barrack Husein Obama, yang menyatakan sikap “menghormati umat muslim” di dunia, mendapatkan sambutan hangat bukan hanya dari negara-negara Islam, bahkan seluruh dunia sehingga ia mendapatkan nobel perdamaian.

Ke empatnya merupakan hal-hal yang dapat mempengaruhi dunia bukan hanya berkaitan dengan politik saja tetapi juga berkaitan dengan lingkungan, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan segala aspek kehidupan.

b.      Globalisasi adalah suatu proses di mana kejadian, keputusan dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi, yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh. Globalisasi mengandung unsur proses, proses atau kegiatan yang berpengaruh terhadap seluruh dunia, dan melibatkan orang yang heterogen, tetapi memiliki kebutuhan yang sama.
ciri-ciri yang berkaitan dengan globalisasi ini seperti berikut:
1)      Globalisasi perlu didukung oleh kecepatan informasi, kecanggihan teknologi, transportasi dan komunikasi yang diperkuat oleh tatanan organisasi dan manajemen yang tangguh.
2)      Globalisasi telah melampaui batas tradisional geopolitik. Batas tersebut saat ini harus tunduk pada kekuatan teknologi, ekonomi, sosial politik dan sekaligus mempertemukan tatanan yang sebelumnya sulit dipertemukan.
3)      Adanya saling ketergantungan antarnegara.
4)      Pendidikan merupakan bagian dari globalisasi. Penyebaran dalam hal gagasan, pembaruan dan inovasi dalam struktur, isi dan metode pendidikan dan pengajaran sudah lama terjadi yang menunjukkan globalisasi. Ini telah lama terjadi melalui literatur, atau kontak antar pakar dan mahasiswa.

Globalisasi adalah proses penduniaan, artinya segala aktivitas diperhitungkan untuk kepentingan dunia. Ini disebabkan oleh saat ini tidak ada lagi suatu bangsa yang homogen dan statis. Setiap bangsa berkembang berkat interaksi dengan bangsa lainnya. Kita harus terbuka dengan dunia luar, tetapi kita harus tetap kokoh dengan akar budaya bangsa kita.
Meskipun globalisasi di artika proses penduniaan, namun bukan berarti tidak memiliki dampak positif maupun negatif. Dampak positifnya yakni akan menyebabkan munculnya masyarakat megakompetisi, di mana setiap orang berlomba untuk berbuat yang terbaik untuk mencapai yang terbaik pula. Dalam era globalisasi adalah era mengejar keunggulan dan kualitas, hal itu pula yang menyebabkan masyarakat menjadi dinamis, aktif dan kreatif.
Namun dampak negatifnya adalah terancamnya budaya bangsa, dikarenakan globalisasi akan melahirkan budaya global dan akan menjadi ancaman bagi busaya lokal maupun budaya bangsa. Penyebab dari itu semua adalah karena rendahnya tingkat pendidikan yang membuat masyarakat terseret oleh arus globalisasi dengan menghilangkan identitas diri atau bangsa.
Dari dampak positif maupun negatif yang di timbulkan oleh globalisasi, kita harus meningkatkan kualitas bangsa kita, dengan begitu kita dapat melakukan berbagai perubahan dan inovasi. Pendidikan juga harus dengan cepat mengantisipasi gelombang globalisasi ini dengan menggunakan pendidikan global sebagai upaya agar siswa dapat bersaing ataupun ikut berperan serta secara lokal, nasional maupun internasional.

c.       Pendidikan global adalah suatu pendidikan yang berusaha untuk meningkatkan kesadaran siswa, bahwa mereka hidup dan berada pada satu area global yang saling berkaitan.
Pendidikan global merupakan upaya sistematis untuk membentuk wawasan dan perspektif para siswa.
Pendidikan global memiliki 3 tujuan, yakni :
1)      Dapat memberikan pengalaman yang mengurangi rasa kedaerahaan dan kesukuan dengan mengajarkan bahan dan menggunakan metode yang meberikan relativisme budaya.
2)      Dapat memberikan pengalaman yang mempersiapkan siswa untuk mendekatkan diri dengan keragaman global, kegunaan dan tujuannya ialah untuk mendiskusikan tentang reativisme budaya dan keutamaan etika.
3)      Dapat memberikan pengalaman tentang mengajar siswa untuk berpikir tentang mereka sendiri sebagai individu, sebagai suatu negara, dan sebagai anggota masyarakat manusia secara keseluruhan ( global citizen).

d.      Perspektif global adalah suatu cara pandang dan cara berfikir terhadap suatu masalah, kejadian atau kegiatan dari sudut kepentingan global, yaitu dari sisi kepentingan dunia atau internasional.




B.     Dimensi, Tujuan dan Manfaat Perspektif Global
a.         Dimensi Perspektif Global
Perspektif global bertolak dari masalah hidup sehari-hari, misalnya masalah pendidikan, kesejahteraan, kesehatan, pengangguran, kemiskinan, dan sebagainya. Semua permasalahan ini berdampak pada permasalahan global.
 Dalam kaitannya dengan budaya dalam era globalisasi, terdapat 4 dimensi di dalamnya, yakni :
1.      Afirmasi atau penegasan dari dimensi budaya dalam proses pembangunan bangsa dan masyarakat.
Pembangunan akan terasa hampa jika tidak diilhami oleh kebudayaan bangsanya. Nilai budaya suatu bangsa menjadi landasan bagi pembangunan suatu Negara, serta merupakan alat seleksi bagi pengaruh luar yang sudah tidak terkendali.
2.      Ereafirmasi dan mengembangkan identitas budaya dan setiap kelompok manusia berhak diakui identitas budayanya.
3.      Partisipasi, bahwa dalam pengembangan suatu bangsa dan Negara partisipasi dari masyarakat sangat diperlukan.
4.      Memajukan kerjasama antarbudaya. Hal ini dimaksudkan agar ada saling mengisi, mengilhami sehingga adanya kemajuan dan peningkatan antar budaya bangsa.

b.        Tujuan Perspektif Global
Tujuan diberikannya perspektif global, yakni :
1.      Mendorong mahasiswa untuk mempelajari lebih banyak tentang materi dan masalah yang berkaitan dengan masalah global.
2.      Mendorong para guru untuk mempelajari masalah yang berkaitan dengan masalah lintas budaya.
3.      Pengembangkan dan memahami makna perspektif global baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pengembangan profesinya.

Berdasarkan tujuan tersebut maka, peran guru adalah :
1.      Memberikan bekal pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya pengetahuan global dalam memahami maslah-masalah tertentu.
2.      Meningkatkan kesadaran dan wawasan anak didik sebagai landasan dalam melakukan tindakan yang berdampak global.
3.      Memberikan contoh dan teladan dalam aktivitas sehari-hari, yang mempunyai pengaruh terhadap masalah global.

c.         Manfaat Perspektif Global
Manfaat dan kegunaan mempelajari perspektif global adalah :
1.      Meningkatkan wawasan dan kesadaran para guru dan siswa bahwa kita bukan hanya penghuni satu daerah tetapi mempunyai ketergantungan dengan orang lain di belahan bumi yang lain. Oleh karena itu sikap kita harus mencerminkan “ sikap ketergantungan”  tersebut.
2.      Menambah dan memperluas pengetahuan kita tentang dunia, sehingga dapat megikuti perkembangan dunia dalam berbagai aspek terutama perkembangan iptek.
3.      Mengkondisikan para mahasiswa untuk berpikir integral bukan general, sehingga suatu gejala atau masalah dapat ditanggulangi dari berbagai aspek.
4.      Melatih kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan dunia dengan segala aspeknya.


C.     Masalah Dalam Pendidikan Global
Pada pelaksanaan pembelajaran di sekolah, guru mengalami beberapa permasalahan dalam mengajarkan perspektif global, diantaranya:
1.         Menurut kurikulum KTSP, dalam pelajaran IPS materinya belum membahas masalah dunia, tetapi terbatas sampai tingkat propinsi dan sedikit tingkat Negara. Hal ini akan menyulitkan guru untuk membicarakan dunia dengan siswa. Untuk mengatasinya, guru dapat memulai hal-hal yang ada dilingkungan sekitar misalnya masalah lingkungan, penduduk, kesehatan, AIDS, dan sebagainya.
2.         Masalah global adalah masalah integral yaitu suatu permasalahan yang dapat dilihat dari berbagai bidang ilmu. Sementara pada materi pelajaran IPS di SD masih menitikberatkan pada materi bidang studi yaitu sejarah dan geografi.
3.         Mata kuliah perspektif global tergolong baru, para guru belum memiliki pengalaman cukup untuk mengajar materi persepktif global di SD.

4.         Buku sumber untuk pelajaran perspektif global di SD masih sangat kurang sehingga diperlukan kreatifitas yang tinggi dari guru (tidak terpaku pada buku paket atau LKS).